Jumat, 22 Mei 2009. adalah tanggal dimana gw dan teman kampus pergi bersama-sama, dari rumah gw di kota Bekasi menuju rumah Deddy di kota Karawang. Sebenarnya tujuan kami ke kota Karawang bukan untuk berkunjung ke rumah Deddy tapi hanya sebagai tempat singgah sementara untuk melanjutkan perjalanan kami menuju
Air Terjun cigentis, Karawang serta
Kawah Putih dan Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung. hehehe,,
muph ya deddy... Ups,, gw lupa memperkenalkan personilnya.. Lihat
foto sebelah kiri atas yaa: Rizky Anggraeni (QQ), Tri Rahayu S (Ses), Edolia Andini JT (Lemoth), Wahyu Eko P (Djamet) (kepalanya nongol dikit tuh),
Edryoko DH (Abank), Pandu Ariatama, Ibnu Hartanto dan
Deddy Irwansyah.. hmmm,,perjalanan ini sebenernya sih, bisa dibilang acara dadakan, soalnya acaranya ini berjalan tanpa adanya pemikiran yang matang sebelumnya, hal ini terjadi karena kami percaya sesuatu yang sudah di rencanakan dan sudah mempunyai konsep tidak akan berjalan. Singkat cerita kami berangkat menuju Cigentis sekitar jam 1

siang seusai shalat jumat dari rumah Deddy tentunya, dengan menggunakan mobil
Xenia punya Edo, kami pun melaju perlahan tapi pasti. Pada awalnya cuaca sangat baik... inget A-W-A-Lnya lho, sesampainya di lokasi tiba-tiba hujan turun deras dan membuat track yang beralaskan tanah merah yang akan kami lalui dengan berjalan kaki pun menjadi licin
. Walaupun begitu kami pun tetap melanjutkan perjalanan ini, karena air hujan yang turun tak sederas air terjun yang turun ke kaki gunung dan track tanah merah yang kami lalui tak selicin bebatuan yang di tumbuhi lumut tepat di bawah derasnya air terjun. Setelah dirasa-rasa dan disangka-sangka kami pun sampai di lokasi air terjun yang telah menjadi obsesi kami sebelumnya. Hanya suara gemuruh air terjun dan suara binatang kecil yang menemani kami saat itu karena pedagang dan wisatawan yang biasa berkunjung tak datang, mungkin karena hujan yang turun sangat deras di siang itu atau karena hari kerja?? apapun itu kami tak lagi memperdulikannya karena kami sangat puas sudah dapat melihat dan bermain di lokasi tersebut, bahkan udara dingin yang muncul sehabis hujan pun tak mampu mengalahkan rasa senang kami di saat itu, karena besarnya obsesi besar kami yang telah tercapai.

Kami yang baru saja mencoba mendekatkan diri kepada alam disaat itu pun tersihir oleh alam yang seolah - olah tak mengijinkan kami pulang, bahkan hentakan kaki kami pun tak mau bergegas pergi dari kondisi ini. Namun apa daya senja di sore itu memaksa kami untuk segera menyudahi kesenangan disaat itu. Dengan langkah berat karena lelah yang sudah melekat di tubuh, kami pun berjalan ke tempat parkiran. Wajah lelah, bete, dan malas yang muncul disaat itu kadang hilang karena ada saja hal bodoh yang muncul karena tingkahlaku kami sendiri. Sulitnya track yang kami lalui karena licin dan belok, maka kami pun berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Tanpa memperdulikan seberapa banyak tanah yang melekat di kaki ini, kami pun segera bergegas untuk turun ke tempat parikian.

Tapi waktu yang ada disaat itu pun tidak kami sia-siakan untuk menyempatkan diri menikmati senja di lokasi itu walau hanya untuk sekedar exist dalam sekejap
, (Ini dia fotonya , lihat disebelah kanan ya). Singkat cerita, kami pun sampai di tempat parkiran dan menumpang mandi disalah satu rumah warga sekitar. dengan mengeluarkan uang Rp 5000,- kami pun dapat mandi dan salah satu dari kami pun mendapat dapat bonus ponds. Senja telah turun sore berganti malam kami pun melaju menuju kota Karawang. Tak dapat disembunyikan rasa lapar sudah bergejolak di dalam diri, maka dengan perdebatan yang panjang kami pun memilih satu tempat makan, yaitu Pedagang Kaki Lima dipinggiran alun-alun kota Karawang. Kami pun menggunakan konsep lesehan dan memilih menu yang sama dimalam itu, "Ayam Goreng Pressto dan Teh Manis", Ayam gorengnya sih lumayan enak tapi teh manis yang kami pesan sama sekali gak berasa tehnya sedikit pun = minum air gula doank... karena malam itu terjadi hujan secara kecil-kecilan (gerimis), setelah makan kami pun langsung bergegas menuju rumahnya Deddy untuk segera beristirahat karena esok pagi kami harus melanjutkan perjalanan untuk mengambil kitab suci... hehehe,, maksudnya ke bandung go to Kawah Putih n Situ Patenggang..
Karena lelah yang sangat melekat di tubuh kami, sehingga kami pun sulit untuk bangun dari tidur. "Ayam berkokok kami tak mendengar, matahari terbit kami tak sadar", lho tidur apa pingsan?? hehehe.. tapi memang hanya rasa malu sama keluarganya Dedi yang dapat membangunkan kami waktu itu. dipagi hari yang buta (mata yang masih ketutup, matahari sih sudah muncul dari tadi), gw n Dedi pergi untuk membeli makanan sedangkan yang lainnya menyiapkan diri untuk mambersihkan diri. setelah lobak-labik, kesana-kesini akhirnya gw n dedy menemukan tukang nasi uduk walaupun itu bukan tukang yang dimaksud, kami pun membelinya karena waktu yang sudah medesak kami. Singkat cerita gw n dedy sampai rumah dan langsung mandi (sendiri-sendiri lho gak barengan!!) setalah semua bersih kami pun makan bersama dan segera pamit kepada orang tuanya Dedy untuk melanjutkan wisata dadakan ini ke Bandung (Kawah Putih dan situ Patenggang). Jreng-jreng kami pun berangkat dengan hati yang riang gembira, tapi dengan mata yang masih setengah tertutup (masih ngantuk).

like this sangad...
BalasHapushehehe..
memang saat" itu adalah saat" yang paling menyenangkan....
BalasHapusdsna bnar" sperti kpmpong....
walaupun duit pas"an yg pentng heppiiiiii....
cihuuuiiiii...........
BalasHapusjln2 qt dbuat blog nie...
next tujuan qt kmn lg??
muu lg dunk...
BalasHapuskmpak bett iia qt'...
wlwpun dengan uang pas"an...
piiy ttp seruw n b'kesan bett...
kepompong ttp b'satuw...
i louph u pull...
cape gw ke air tejun megang tronton...
BalasHapushehehe
pisss akh
EMANG PALING ENAK Cumi" smbil minum kopi coklat, plus nugget, plus bakwan dingin, plus ruku', sambil denger lagu Gruvi.....
BalasHapustapi yang paling enak di saat Cumi" ma pandu ampe pagi..
tapi yg paling sial tngan gw ke jepit pintu mobil..
mami.....
BalasHapussedih diriku tidak ada..
tapi gpp...lanjutkan..............